Saudi Pangkas Hingga 40% Pasokan Juli untuk Beberapa Pembeli Minyak di Asia

Jun 15th 2020

Arab Saudi mengurangi jumlah minyak mentah yang akan dipasoknya kepada lima pabrik penyulingan minyak di Asia untuk bulan depan setelah OPEC+ sepakat memperpanjang pengurangan produksi bersejarah hingga bulan Juli.

Sebagaimana diberitakan Bloomberg Senin (15/06) petang, volume minyak yang diinginkan oleh lima pembeli tersebut untuk bulan Juli akan dipangkas 10% hingga 40%, menurut para pejabat kilang minyak yang meminta tidak disebutkan namanya. 

Beberapa perusahaan penyuling minyak di Korea Selatan menerima jumlah pembatasan yang besar atas permintaan pasokan mereka setelah terjadi pengurangan pada bulan lalu, sementara tiga penyuling di Jepang akan menerima volume penuh setelah pasokannya dipotong pada bulan Juni, kata para pejabat. Ini menandakan kerajaan Arab Saudi berupaya untuk menyeimbangkan pemotongan.

OPEC+ setuju memperpanjang pemangkasan selama satu bulan guna membantu mendukung pemulihan pasar dan Arab Saudi memenuhi janji untuk memperpanjang pembatasan dengan menaikkan harga minyak mentahnya. 

Cina telah memimpin pemulihan permintaan minyak di seluruh Asia setelah pelonggaran tindakan pembatasan, meskipun kenaikan permintaan diperkirakan tidak merata.

Masih belum ada pernyataan resmi dari perusahaan Saudi Aramco mengenai hal ini.

Pengurangan oleh Aramco difokuskan untuk muatan kargo bulan Juli, kata pejabat kilang. Perusahaan akan semakin memperketat pasokan dengan tingkat asam sedang setelah Irak, negara yang biasanya sulit memenuhi pemotongan, menerapkan pembatasan sendiri di tengah kebijakan kepatuhan yang lebih ketat oleh OPEC+.

Harga Minyak Mentah WTI Berjangka masih anjlok 3,81% di $34,95 per barel mengutip data Investing.com pukul 15.07 WIB dan harga Minyak Brent Berjangka terus jatuh 2,48% ke $37,77 per barel.